Victor Hugo adalah seorang yang terkemuka dizaman napoleon sama seperti Sir wallet scoot Ayahnya pernah menjadi gubernur di Spanyol dan Italia. Dari usia lima belas tahun ia telah menulis puisi dan tahun 1817 mendapat pujian dalam sayembara yang selenggarakan oleh Akademia Prancis dan tahun 1819 memperoleh hadiah sastra dari Academia des Jeux Floraux de Toulouse. Hugo menduduki tempat yang tidak bisa di duduki oleh orang lain dalam kata lain adalah tempat yang terhormat dalam sastra Prancis karena karya – karyanya mendominasi hampir seluruh abad 19.

Ia merupakan pemuka aliran Romansa, baik dalam puisi maupun dalam sebuah prosa. Tahun 1822 terbit kumpulan puisinya Odes et Ballades yang berhasil menarik dari banyaknya dan tampilan dari orang publik. Tahun 1823 muncul nya novel pertamanya Han d’Islande meruakan buku hadiah perkawinannya dengan Adele Foucher. Di rumah pasangan inilah tempat pertemuan kaum romantikus Prancis.

Pada zaman Napoleon itu sendiri pun banyak dari satrawan bermain judi mereka sendiripun banyak yang menyukai dari permainan judi bola. Sama seperti sekarang yang banyak sekali para pemain judi bola online maxbet terbaik disaat mereka sendiri bermain judi dapat mengakses di Judi login maxbet dimana mempermudah untuk kalian untuk dapat mengakses agen judi maxbet terbaik di dunia terbaik di asia seperti di dunia pada jaman dulu yang dimana juga sering dimainkan oleh sastrawan.

Victor Hugo Sastrawan Terkenal Di Zaman Napoleon

Victor Hugo

Kumpulan puisinya merupakan Les Orientalis, Feuilles d’ Automne, Les Voix Interiues , dan Les Rayons et Les Ombers, Sementara dua romannya yang amat tenar dan tentunya amat mempesona hati aku merupakan Notre Dome de Paris dan Les Mirables  Lewat masa panjang dalam sejarah Prancis, Victor Hugo mengalami dan mencontoh aktivitas pemerintahan sampai ketika rezim yang berkuasa jatuh dan dia turut terusir.

Tapi pengalaman itu memperkaya wawasannya dalam banyak sekali aktivitas sastra. Sehingga masa pengasingannya ke luar negeri adalah komponen dari kegiatannya belajar dan menulis sampai kembalinya ke Prancis sesudah robohnya Kekaisaran Kedua  dan berdirinya Republik Ketiga, dimana dia turut ambil komponen dalam institusi legislative. Sedangkan dua dejade terkhir kematian orang – orang tercintanya, membikin dia tercambuk untuk menulis lebih banyak karya lagi.

Dikala meninggal dunia, peti jenazahnya diarak dalam suatu prosesi nasional yang agung dari Arch de Triomphe ke Pantheon. Karya – karya Hugo adalah banyak karya yang banyak memberi imbas terhadap sastra dunia, menjadi bahan polemic dan sumber ide. Dia adalah salah seorang sastrawan tenar abad kesembilan belas dan secara khusus memberi landasan yang kuat dan kokoh dalam aliran romantic. Dia menulis dalam sejumlah genre sastra.